Tangani Sampah Di Poncosari, Bantul, UST Yogyakarta Serahkan Alat Pengolah Sampah “Pirolisis”

Posted on: November 20, 2023, by :

Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dari Program Studi Teknik Industri Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta bekerjasama dengan Program Studi Administrasi Publik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45) melakukan Serah Terima Alat Pengolah Sampah “Pirolisis Portabel” kepada Pemerintah Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY di Rumah Makan “Pring Petung” Kawasan Wisata Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Jumat (17/11/2023).

Penyerahan alat pengolah sampah ini merupakan Program Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa (PMM) Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Kegiatan penyerahan alat pengolah sampah ini dirangkai dengan Pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Pemasaran melalui “Digital Marketing”

Sedang peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur dari kalurahan setempat, seperti Pengelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), Pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Jajaran Pemerintah Kalurahan, Tim Penggerak PKK, Kelompok Pengelola Sampah, Dukuh dan Pendamping Desa.

Kegiatan yang dilakukan secara interaktif ini berlangsung sangat antusias.

Ketua Tim Pengabdi, Syamsul Ma’arif yang didampingi oleh anggota Tim Pengabdi, dalam sambutan menyampaikan, pelatihan ini merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian pengabdian kepada masyarakat dengan agenda serah terima alat pengolah sampah organik “Pirolisis” kepada Pemerintah Kalurahan Poncosari, Selain itu, akan dilanjutkan Pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Pemasaran melalui “Digital Marketing”.

“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Kalurahan Pancosari yang memiliki usaha ekonomi, khususnya hasil pengolahan sampah agar dapat dipasarkan produknya seperti briket sebagai hasil pengolahan dari sampah organik dan lain sebagainya. Semoga kegiatan pengabdian ini bermanfaat bagi semua pihak di Kalurahan Poncosari,” kata Arif, panggilan akrabnya.

Sedang Lurah Poncosari Supriyanto dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas kegiatan program pengabdian kepada masyarakat di Kalurahan Poncosari ini. Pihaknya telah mendapatkan manfaat ilmu dari rangkaian kegiatan ini.

Seiring kegiatan ini, di Kalurahan Poncosari melalui Kelompok Perempuan juga telah terbentuk Kelompok Usaha Pengelola Sampah “BRITASOL” atau Briket Arang Industri Rumah Tangga. Namun, kemampuan kelompok ini tentu saja masih terbatas.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Dan kami akan melanjutkan dengan memberdayakan kelompok – kelompok yang ada di masyarakat, seperti Kelompok Pengolah Sampah yang bekerjasama dengan BUMKal dan Pokdarwis. Semoga masalah sampah di Kalurahan Poncosari malah jadi berkah,” harap Supriyanto yang dulu pernah menjabat Ketua LPMD Poncosari ini.

Sementara itu narasumber pelatihan Muchamad Malik memaparkan, kelompok usaha ekonomi di Kalurahan Poncosari perlu memiliki usaha yang berbadan hukum. Hal tersebut untuk meningkatkan kepercayaan akan produk yang dipasarkan.

“Saat ini, untuk memiliki badan usaha dapat melalui Perseroan Terbatas Perorangan. Sistem pendaftarannya sangat mudah, murah dan simple. Selain memiliki badan usaha, pelaku usaha juga perlu memasarkan produk melalui strategi yang lain yaitu pemasaran secara online,” ujarnya.

Muchamad Malik menjelaskan, pemasaran secara online melalui “Digital Marketing” sangatlah penting. Pelaku usaha dalam ‘digital marketing” dapat menerapkan teknik “Hypnotyc Writing” dan “Copy Writing”.

Hypnotyc Writing adalah serangkaian kata yang membuat pembaca terfokus pada apa yang kita tulis, sehingga tertarik untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan Copy Writing adalah teknik membuat iklan yang mampu mempengaruhi pembaca untuk membuat tindakan yang kita targetkan,” terang Malik yang juga pelaku usaha ini.

Terkait, Ketua Pokdarwis Pantai Baru Suwandi saat sesi pelatihan menuturkan, pihaknya perlu bantuan untuk mempromosikan usaha wisata dan kuliner di Kalurahan Poncosari itu melalui promosi yang efektif seperti “digital marketing” ini.

“Saat ini, kami hanya mempromosikan usaha melalui “mulut ke mulut’ atau “getok tular” saja. Karena itu, kami siap bekerjasama dalam pengembangan program pengabdian kepada masyarakat bersama perguruan tinggi, seperti upaya pengolahan sampah di lingkungan kawasan wisata Pantai Baru ini,” ucapnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *